
Semua berawal dari sebuah keresahan. Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan zaman, para pendidik dan orang tua melihat satu hal yang mengkhawatirkan: generasi muda semakin jauh dari nilai-nilai keislaman, sementara dunia digital menuntut mereka untuk lebih cerdas, kreatif, dan tangguh. Pendidikan yang ada belum sepenuhnya menjembatani keduanya— iman dan inovasi.
Dari kegelisahan inilah, pada tahun 2024, lahirlah sebuah gagasan besar. Beberapa pendidik, praktisi digital, dan pemerhati pendidikan berkumpul untuk merancang sekolah yang bukan sekadar tempat belajar, tetapi rumah bagi lahirnya generasi masa depan yang Qur’ani, berakhlak mulia, dan unggul di bidang teknologi.
Mereka membayangkan sebuah sekolah di mana anak-anak tidak hanya mampu menghafal dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga fasih berkomunikasi, piawai memimpin, menguasai pemasaran digital, memahami kecerdasan buatan, bahkan mampu berwirausaha sejak muda.
Nama DigiMadinaSchool lahir dari harapan itu. “Digi” melambangkan semangat era digital yang terus berkembang, sedangkan “Madina” menggambarkan cita-cita peradaban Islam yang damai, unggul, dan penuh keberkahan. Perpaduan nama ini menjadi simbol perjalanan panjang menuju pendidikan yang menyatukan iman, ilmu, dan teknologi.
Sejak awal 2025, konsep mulai diwujudkan dalam bentuk nyata: kurikulum disusun, tim pengajar direkrut, sarana modern dirancang, semua dengan satu tujuan — mencetak generasi yang tidak hanya siap bersaing secara global, tetapi juga membangun negeri dengan akhlak mulia.
Dan akhirnya, dengan izin Allah, DigiMadinaSchool dijadwalkan resmi diluncurkan pada Desember 2025. Sebuah momentum yang menjadi awal dari langkah besar menuju lahirnya generasi unggul: hafidz Qur’an, pemimpin berkarakter, wirausahawan muda, serta insan kreatif di era digital.
DigiMadinaSchool hadir bukan hanya sebagai sekolah, tetapi sebagai gerakan perubahan — tempat di mana cita-cita membangun negeri dimulai dari ruang kelas, mushalla, hingga laboratorium teknologi.

